Nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq Lebih Jauh tentang ‘Ubudiyyah (Penghambaan)

Sahabat,

Menyimak nasihat dari para kekasih Allah SWT kemudian merenungkan dan berusaha mengamalkannya adalah menjadi tekad kita semua dalam rangka mensucikan qalbu dan diri kita. Nah, dalam tulisan kali ini, kami sajikan ajaran Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. seorang ulama akhlaq yang merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW yang terkenal berakhlak mulia, faqih dalam Al-Quran, Hadits dan wawasan keislaman di zamannya.

‘Ubudiyyah (penghambaan)adalah jauhar (esensi), sedangkan hakikat batiniyyahnya adalah Rubbubiyyah (ketuhanan). Apa pun yang tidak terdapat dalam ‘ubudiyyah ada pada rubbubiyah, dan apa pun yang terselubung dari rubbubiyah  dapat dilihat dalam ‘ubudiyyah.

Sebagaimana Allah SWT berfirman:

“Akan Kami perlihatkan kepada mereka  tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Dia itu adalah Al-Haqq. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilat [41]:53)

Hal itu berarti bahwa Dia itu ada, baik ketika kamu hadir maupun tidak.

‘Ubudiyyah (penghambaan) berarti membebaskan diri dari segala sesuatu (selain Allah), dan jalan untuk mencapai ini adalah dengan menjauhkan diri dari apa yang kita hasratkan dan menanggung apa tidak kita sukai. Kunci dari itu semua adalah mengurangi tidur (terjaga terutama pada sepertiga malam terakhir – pen), uzlah dan mengikuti jalan untuk mengenali kebutuhan terhadap Allah. Nabi saw bersabda: “Mengabdilah kepada Allah seolah-olah Nya kamu melihat-Nya. Bahkan jika kamu tidak melihat-Nya, maka Dia pasti menyaksikanmu.”

Huruf Hijaiyyah dari kata ‘hamba’ (‘abdu) ada tiga, yaitu ‘ayn, ba’ dan dal. ‘Ayn adalah ‘ilm (ilmu) seseorang mengenai Allah. Ba’ adalah bawn (jarak seseorang dari yang selain Dia). Dal adalah dunuw (kedekatan seseorang dengan-Nya tanpa ada hijab).

Sedang prinsip-prinsip  perilaku itu memiliki empat aspek, yaitu:

  • perilaku terhadap Allah SWT
  • perilaku terhadap diri sendiri
  • perilaku terhadap orang dan makhluk lain
  • perilaku terhadap dunia.[]

Sumber Tulisan:

Diketik ulang dari buku “Lentera Ilahi, 99 Wasiat Imam Ja’far Ash-Shadiq”,  terjemahan Rahmani Astuti, Penerbit Mizan, Bandung, 1993.

Sumber Gambar:

http://tokobukuhawra.com/image-product/img773-1302315718.bmp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: