Nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq tentang Penghambaan (‘Ubudiyyah)

Sahabat,

Menyimak nasihat dari para kekasih Allah SWT kemudian merenungkan dan berusaha mengamalkannya adalah menjadi tekad kita semua dalam rangka mensucikan qalbu dan diri kita. Nah, dalam tulisan kali ini, kami sajikan ajaran Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. seorang ulama akhlaq yang merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW yang terkenal berakhlak mulia, faqih dalam Al-Quran, Hadits dan wawasan keislaman di zamannya.

“Prinsip-prinsip perilaku itu memiliki empat aspek, yaitu:

  • perilaku terhadap Allah SWT
  • perilaku terhadap diri sendiri
  • perilaku terhadap orang dan makhluk lain
  • perilaku terhadap dunia

Setiap aspek tersebut didasarkan atas tujuh prinsip, sebagaimana tujuh prinsip perilaku terhadap Allah, yaitu

  • memberikan hak Allah kepada-Nya
  • menjaga batas-batas-Nya
  • bersyukur atas karunia-Nya
  • patuh atas titah-Nya
  • sabar menghadapi cobaan-Nya
  • memuliakan kesucian-Nya
  • merindukan-Nya

Sedangkan tujuh prinsip perilaku terhadap diri sendiri adalah:

  • merasa takut
  • mau berjuang
  • kuat menahan kesulitan
  • memiliki disiplin spiritual
  • selalu mencari kebenaran dan keikhlasan
  • menjauhkan diri dari apa-apa yang dicintainya
  • menjalani kehidupan dalam kemiskinan (faqir, merasa membutuhkan Allah – editor)

Tujuh prinsip perilaku terhadap makhluk, yaitu:

  • menahan hawa nafsu
  • suka memaafkan
  • kerendah-hatian
  • kemurah-hatian
  • rasa haru
  • nasihat yang baik
  • keadilan dan kejujuran

Dan tujuh prinsip perilaku terhadap dunia adalah:

  • merasa puas dengan apa yang kita miliki
  • lebih suka pada yang pada apa yang dapat diperoleh dari pada yang tidak
  • menghindar dari pencarian akan sesuatu yang sukar diperoleh
  • membenci segala hal berlebihan
  • zuhud (menahan diri)
  • mengenal kejahatan dari dunia dan menjauhinya
  • meniadakan pengaruh (negatif) dunia

Jika semua tanda tersebut telah ada pada diri seseorang, maka dia termasuk golongan pilihan Allah SWT, salah seorang hamba bahkan (bisa Allah jadikan) wali-Nya.”

Semoga Allah merahmati kita sehingga mampu mengamalkan nasihat di atas.[]

Sumber Tulisan:

Diketik ulang dari buku “Lentera Ilahi, 99 Wasiat Imam Ja’far Ash-Shadiq”,  terjemahan Rahmani Astuti, Penerbit Mizan, Bandung, 1993.

Sumber Gambar:

http://tokobukuhawra.com/image-product/img773-1302315718.bmp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: