Air Kehidupan

Semua hal,
terkecuali cinta kepada yang Maha Indah,
walaupun tampak manis bagai gula,
sebenarnya membuat jiwa menderita.april06 rumi

Apakah itu penderitaan jiwa?
Menyongsong kematian seraya tidak menggenggam
Air Kehidupan. [1]

Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua mata
mereka kepada bumi dan kematian: seraya mereka
menyimpan seratus keraguan tentang Air Kehidupan.

Berjuanglah sehingga seratus keraguanmu berkurang
jadi sembilan puluh: bergeraklah maju kepada Allah
pada malam harinya alam ini; karena jika engkau tertidur,
sang malam lah yang akan meninggalkanmu.

Di tengah gelapnya malam, carilah Siang yang terang:
ikutilah Akal Sejati yang menelan kegelapan.

Di balik hitamnya jubah malam, yang sewarna kejahatan, terdapat
banyak kebaikan: Air Kehidupan itu pasangan kegelapan.

Tapi bagaimana mungkin mengangkat kepalamu dari beratnya
kantuk, ketika engkau tebarkan seratus benih kemalasan.

Jika mendengkur bagaikan mati,
dan matinya makanan yang haram dijadikan sahabat,
maka engkau bagaikan pedagang yang tertidur,
sementara sang malam menjadi pencuri
yang membuatmu bangkrut.

(Rumi: Matsnavi, I no 3684- 3693, terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson)

 

Catatan:

[1] “Kematian yang tiba-tiba adalah rahmat bagi orang
beriman dan nestapa bagi pendosa.” (Hadist Rasulullah SAW,
dari Al Ghazali, “Metoda Menjemput Maut, ” hal 55,
dari Abu Dawud, “Jana’iz,” 10).

Sumber Tulisan:

Copy dari http://ngrumi.blogspot.com/search/label/Akal%20Sejati oleh Herman Soetomo (Terimakasih dan Semoga Allah merahmati pengelola blog tsb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: