Aku Tidak Pernah Menjadi Rabb yang Tidak Adil

Sahabats…
Untuk menambah pengetahuan kita tentang Allah, kali ini kami persembahkan terjemahan hadits Qudsy dari bahasa inggrisnya oleh Sahabat Dwi Afrianti A. yang biasa kami sapa dengan mbak Wiwik. Naskah ini kami copy dengan izin ybs dari Notes beliau dari facebook. (http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/dwi-afrianti-arifyanto/hadits-qudsi-aku-tidak-pernah-menjadi-tuhan-rabb-yang-tidak-adil-dikumpulkan-ole/378469012299).
Terima kasih Mbak Wiwik, semoga Allah meridhoi dan membimbing kita dalam mengerti dan mengamalkannya..amin.
Selamat merenungkannya…

Aku Tidak Pernah Menjadi Tuhan (Rabb) Yang Tidak Adil

Allah al-A’laa dan Al-Kariim berkata,

“Jika para pelayan-Ku meninggalkan syariat lahir (ibadah lahiriyyah) yang itu berguna untuk mensucikan jiwa, dan tidak menjalani pensucian jiwa, maka mereka telah memperlakukan-Ku dengan tidak adil. Jika mereka menjalani pensucian jiwa tanpa disertai kefaqiran, maka mereka telah memperlakukan-Ku dengan tidak adil. Jika mereka merasa faqir tapi enggan bermohon kepada-Ku, maka mereka telah memperlakukan-Ku dengan tidak adil. Jika mereka sedang bermohon kepada-Ku dan menanti jawabannya tanpa respon apapun dari-Ku, maka Aku-lah Yang telah memperlakukan mereka dengan tidak adil. Tetapi, ketahuilah, bahwa Aku tidak pernah menjadi Tuhan (Rabb) Yang tidak adil.”

Ket. Ayat tentang doa/ bermohon

Qs. 7 : 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ [٧:٥٦]

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya (ishlah-ihah) dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (khouf) dan harapan (athma’a). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat (qoriibun) kepada al-Muhsiniin.”

Qs. 2 : 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ [٢:١٨٦]

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat (qoriib). Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam yarsyuduun (apa, ya, artinya? dari kata rasyid kah?.”

Qs. 40 : 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ [٤٠:٦٠]

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri (yastakbaruun) dari mengabdi kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.”

Qs. 7 : 55

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ [٧:٥٥]

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sumber:
101 Diamonds from the Oral Tradition of the Glorious Messenger Muhammad, translation into english by Lex Hixon & Fariha al-Jerrahi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: