Pojok Ngaji Terjemah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Aththoillah oleh Ustadz Salim Bahreisy – Hikmah no 31


Sahabats,

Setelah kita belajar merenungkan dan berjuang mengamalkannya setahap demi setahap hikmah-hikmah yang penuh kedalaman makna dari seorang shiddiqin, yaitu Syaikh Ibnu Aththoillah ra. marilah kita melanjutkannya ke hikmah berikutnya.

Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah, Ustadz Salim Bahreisy dan Syeikh Fadhlala Haeri, mari kita awali kajian dan renungan kita.

_______________________________________________________

Hikmah 31

“Janganlah menunggu selesainya perintang-perintang, untuk lebih mendekat kepada Allah, sebab yang demikian itu akan memutuskan kita, dari kewajiban menunaikan hak, terhadap apa yang Allah telah mendudukkan kita di dalamnya. (Sebab yang demikian itu memutuskan kewaspadaan kita terhadap kewajiban-kewajiban kita).”

Baca lebih lanjut

Pojok Ngaji Terjemah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Aththoillah Hikmah no 16-23


Sahabats,

Setelah kita belajar merenungkan dan berjuang mengamalkannya setahap demi setahap hikmah-hikmah yang penuh kedalaman makna dari seorang shiddiqin, yaitu Syaikh Ibnu Aththoillah ra. marilah kita melanjutkannya ke hikmah berikutnya.

Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah, Ustadz Salim Bahreisy dan Syeikh Fadhlala Haeri, mari kita awali kajian dan renungan kita.

______________________________________________________________________
Hikmah 16 – 23

“Bagaimana dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Allah yang mendhahirkan  segala sesuatu (adhara kulli syai’in).
Baca lebih lanjut

Pojok Ngaji Terjemah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Aththoillah Hikmah no 15


Sahabats,

Setelah kita belajar merenungkan dan berjuang mengamalkannya setahap demi setahap hikmah-hikmah yang penuh kedalaman makna dari seorang shiddiqin, yaitu Syaikh Ibnu Aththoillah ra. marilah kita melanjutkannya ke hikmah berikutnya.

Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah, Ustadz Salim Bahreisy dan Syeikh Fadhlala Haeri, mari kita awali kajian dan renungan kita.

______________________________________________________________________

Hikmah no 15

“Di antara bukti-bukti yang menunjukkan adanya kekuasaan Allah yang luar biasa, ialah dapat menghijab engkau dari melihat kepada-Nya dengan hijab yang tidak wujudnya (yakni: bayangan-bayangan hijab) di sisi Allah.”

Baca lebih lanjut

Nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. Tentang Ilmu

Sahabat,

Menyimak nasihat dari para kekasih Allah SWT kemudian merenungkan dan berusaha mengamalkannya adalah menjadi tekad kita semua dalam rangka mensucikan qalbu dan diri kita. Nah, dalam tulisan kali ini, kami sajikan ajaran Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. seorang ulama akhlaq yang merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW yang terkenal berakhlak mulia, faqih dalam Al-Quran, Hadits dan wawasan keislaman di zamannya.

BismillahirRahmaniRahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad.

Ilmu adalah landasan setiap kemuliaan dan puncak maqam (kedudukan) yang tinggi. Itulah sebabnya Nabi saw bersabda:
“Menjadi kewajiban dari setiap muslim, pria maupun wanita, untuk mencari ilmu.”, terutama ilmu tentang ketakwaan dan keyakinan.
Imam Ali kw berkata:
“Carilah ilmu, meskipun sampai ke negeri Cina.” Terutama ilmu untuk mengenal diri – yang di dalamnya terkandung ilmu tentang Tuhan.

Baca lebih lanjut

Pojok Ngaji Terjemah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Aththoillah Hikmah no 14


Sahabats,

Setelah kita belajar merenungkan dan berjuang mengamalkannya setahap demi setahap hikmah-hikmah yang penuh kedalaman makna dari seorang shiddiqin, yaitu Syaikh Ibnu Aththoillah ra. marilah kita melanjutkannya ke hikmah berikutnya.

Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah, Ustadz Salim Bahreisy dan Syeikh Fadhlala Haeri, mari kita awali kajian dan renungan kita.

______________________________________________________________________

Hikmah 14

“Alam itu kesemuanya berupa kegelapan, sedang yang meneranginya, hanya karena tampaknya al-Haq (Allah) padanya, maka siapa yang melihat alam kemudian tidak melihat Allah di dalamnya, atau padanya, atau sebelumnya, atau sesudahnya, maka benar-benar ia telah disilaukan oleh nur cahaya, dan tertutup baginya nur ma’rifat oleh tebalnya awan benda-benda alam ini.”
Baca lebih lanjut

Nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq Lebih Jauh tentang ‘Ubudiyyah (Penghambaan)

Sahabat,

Menyimak nasihat dari para kekasih Allah SWT kemudian merenungkan dan berusaha mengamalkannya adalah menjadi tekad kita semua dalam rangka mensucikan qalbu dan diri kita. Nah, dalam tulisan kali ini, kami sajikan ajaran Imam Ja’far Ash-Shadiq ra. seorang ulama akhlaq yang merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW yang terkenal berakhlak mulia, faqih dalam Al-Quran, Hadits dan wawasan keislaman di zamannya.

‘Ubudiyyah (penghambaan)adalah jauhar (esensi), sedangkan hakikat batiniyyahnya adalah Rubbubiyyah (ketuhanan). Apa pun yang tidak terdapat dalam ‘ubudiyyah ada pada rubbubiyah, dan apa pun yang terselubung dari rubbubiyah  dapat dilihat dalam ‘ubudiyyah.

Baca lebih lanjut

Pojok Ngaji Terjemah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Aththoillah Hikmah no 13


Sahabats,

Setelah kita belajar merenungkan dan berjuang mengamalkannya setahap demi setahap hikmah-hikmah yang penuh kedalaman makna dari seorang shiddiqin, yaitu Syaikh Ibnu Aththoillah ra. marilah kita melanjutkannya ke hikmah berikutnya.

Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah, Ustadz Salim Bahreisy dan Syeikh Fadhlala Haeri, mari kita awali kajian dan renungan kita.

______________________________________________________________________

Hikmah 13

“Bagaimana akan terang qalb(hati) seseorang yang gambar dunia terbayang jelas dalam cermin qalbnya. Atau bagaimana akan menuju Allah, padahal ia masih terikat (terbelenggu) oleh syahwat (cinta berlebihan pada materi). Atau bagaimana ia akan bisa masuk hadhirat Allah, sedangkan ia belum suci dari kelalaiannya, yang di sini diibaratkan sebagai janabat-nya. Atau bagaimana bisa berharap akan mengerti rahasia yang mendalam (daqaaiqal asroor), sedangkan ia belum bertaubat dari kekeliruan-kekeliruannya.”

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: