‘KITAB-KITAB’ MANIFESTASI ALLAH SWT

oleh: Wawan TBH

Suatu malam dalam sebuah pembicaraan di masjid Padepokan Kehidupan, Guru Bijakbestari (GB) yang sangat akrab dengan santri-santrinya, sedang dikerumuni beberapa santri utamanya, salah seorang santri tersebut (S) berkata:

S : Guru, mohon bapak jelaskan tentang manifestasi Allah berupa ‘Kitab’ Quraniyyah, ‘Kitab’ Insaniyyah dan ‘Kitab’ Kauniyyah..

GB: Sungguh suatu pertanyaan yang bagus anakku, memang betul Allah SWT, Dzat Pencipta Maha Sempurna , yang dalam istilah yang sangat dikenal para filosof muslim sebagai Wajib al-Wujud (wujud yang wajib kewujudannya, sebagai pembeda dengan Mumkinul Wujud/ wujud yang keberadaannya masih mungkin, tergantung pada Wajib al-Wujud), dalam menampakkan/memanifestasikan Wujud-Nya, Allah SWT menciptakan dengan amr-Nya “Kun fa Yakun” (Jadilah, maka Terjadi) 3 ‘Kitab’: ‘Kitab’ Quraniyyah,’Kitab’ Insaniyyah dan ‘Kitab’ Kauniyyah.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.”(TQS.36:82)

‘Kitab’ Quraniyyah adalah Kumpulan wahyu, ilham, petunjuk Allah dalam kitab suci-kita suci-Nya. Selain Al-Quran, termasuk di dalamnya ayat-ayat yang masih terjaga dari Taurat, Zabur, Injil. Juga wahyu, ilham, petunjuk Allah yang dianugrahkan kepada qalbu hamba-hambanya yang mukmin billah.

Sebagaimana firman-Nya:
“dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (TQS. 2:4)

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (TQS.2:255)

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”(TQS.20:14)

Sementara ‘Kitab’ Insaniyyah adalah keseluruhan komponen dalam diri insan yang meliputi Ruh, Nafs (jiwa) dan Jasad (raga). Ruh merupakan penghuni Alam Jabaruut, Nafs (jiwa) merupakan penghuni Alam Malakut, dan Jasad (raga) adalah penghuni Alam Mulk.

Dalam Al-Quran tertulis:
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”(TQS.2:21)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,”(TQS.50:16)

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”(TQS.38:71-72)

“dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”(TQS. 91:7-10)

Sedangkan ‘Kitab’ Kauniyyah adalah keseluruhan ciptaan Allah selain ‘kitab’ Quraniyyah dan ‘kitab’ Insaniyyah.

Allah berfirman:
“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.”(TQS.2:117)

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(TQS.2:115)

S :Lalu, dengan instrumen dalam diri kita yang mana kita mampu bersaksi tentang-Nya dengan haq?

GB: Rasulullah saw. penuntun utama kaum beriman memberi arahan, bahwa perangkat untuk persaksian yang paling haq adalah ‘aql dalam (akal-nya nafs/jiwa)dan qalbu.
Rasulullah saw. bersabda:
“Allah Ta’ala menciptakan ‘aql dari cahaya kemuliaan.
Ketika telah selesai dicipta. Allah Ta’ala berkata kepadanya,…
“Kemarilah!…” maka ‘Aql pun mendekat.
Lalu Dia berkata, “Pergilah!..” maka Aql pun menjauh.
Lalu Dia berkata, “Duduklah!” maka ‘Aql pun terduduk.
Lalu Dia Ta’ala berfirman,..
“Demi Zat-Ku yang mulia, Aku tidak pernah menciptakan sebuah makhluk yang lebih baik dari dirimu, yang lebih indah dari dirimu, dan lebih utama dari dirimu. Aku menciptakanmu dari cahaya , mengisimu dengan cahaya, membungkusmu dengan cahaya, mendekatkanmu dengan cahaya, menguatkanmu dengan cahaya, serta menempatkanmu di sumber cahaya.
Aku adalah cahaya, ma’rifatKu adalah cahaya, serta kalamKu adalah cahaya.
Engkau berasal dari cahayanya cahaya. Engkau adalah cahaya diatas cahaya.
Aku berikan cahaya-Ku pada siapa yang Aku kehendaki di antara hambaKu.”
(HR.Imam At-Tirmidzi ra)

Setelah itu Allah Ta’ala bertanya padanya, “Siapa Aku?…”
Aql menjawab,… “Engkau adalah Allah, yang tiada tuhan selain Engkau.”
Lalu Allah Ta’ala berkata padanya,…
“Karenamu, manusia bisa taat. Karenamu, dia bisa bersyukur. Karenamu, Aku memberi,…
Karenamu pula, pahala diberikan. Atas perhitunganmu, perhitungan amal bisa dilakukan.”

Umar, Ubai bin Ka’ab dan Abu Hurairah tiba menghampiri Rasulullah saw. seraya bertanya:
“Ya Rasulullah!… Siapakah orang yang paling berilmu di antara manusia?…”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya kembali: “Siapakah orang yang paling mengabdi?…”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya lagi: “Siapakah yang paling utama di antara manusia?….”
Rasulullah saw menjawab: “Orang yang ber-’aql…!”
Mereka bertanya kembali:
“Bukankah orang yang ber-’aql itu itu adalah orang yang sempurna kepribadiannya, yang fasih lidahnya, yang murah tangannya dan tinggi kedudukannya?….”
Rasulullah saw menjawab:
“Kalaulah itu benar semuanya,… tentu tidaklah kesenangan kehidupan dunia dan akhirat pada sisi Rabbmu diperuntukkan bagi orang yang bertaqwa,…
Yang ber’aql,… dialah yang bertaqwa, walaupun di dunia dalam keadaan terhina,…”
(Hr. Ibnul Mahbar.)

”Ketika itu Al-malaikat bertanya kepada Allah Ta’ala:
“Ya Rabb kami… Adakah Engkau menciptakan sesuatu yang lebih besar dari ‘Arsy?…”
Kemudian Allah Ta’ala menjawab: “Ada,… yaitu ‘aql!”
Al-malaikat bertanya kembali: “Sampai di manakah batas qadar-nya?…”
Allah Ta’ala menjawab:
“Tidak dapat dicapai dengan pengetahuannya.
Adakah bagi kalian pengetahuan tentang bilangan pasir?…”
Al-malaikat menjawab: “Tidak!…”
Maka Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Aku menjadikan ‘aql itu seperti bilangan pasir,…
sebagian manusia ada yang diberikan sebiji, sebagian ada yang diberikan dua biji, ada yang tiga biji dan empat biji. Di antara mereka ada yang diberikan segenggam, ada yang segantang dan ada pula di antara mereka yang diberikan lebih banyak dari itu….”
(Hr. Ibnul Mahbar)
Rasulullah saw bersabda,…
”Bertambahlah ‘aql-mu supaya engkau bertambah dekat dengan Rabbmu.”
Abu Darda’ berkata,… “Demi ibu dan bapakku,.. ya Rasulullah!… Apa yang seharusnya aku lakukan jika demikian?…”
Rasulullah saw menjawab:
“Jauhilah semua yang diharamkan Allah,
tunaikanlah segala yang diwajibkan Allah,…
engkau akan menjadi seorang yang ber-’aql!….
Kerjakanlah segala amal yang shalih,…
niscaya engkau bertambah ketinggian dan kemuliaan di dunia yang tidak lama ini.
Dan engkau memperoleh pada hari akhirat yang akan datang, dari Rabbmu ‘Azza wa Jalla, akan kedekatan dan kemuliaan.”
(Hr. Ibnul Mahbar, At Tirmidzi)

Rasulullah saw bersabda,…
”Orang yang paling sempurna ‘aql-nya di antara kalian ialah orang yang paling takut (khauf) kepada Allah Ta’ala dan yang paling baik perhatiannya tentang apa yang disuruh dan dilarang Allah, meskipun sedikit berbuat amalan sunat.” (Hr. Ibnul Mahbar)

Orang bertanya kepada Rasulullah s.a.w., “Wahai Rasulullah! Di manakah Allah? Di bumi atau di langit?” Rasulullah s.a.w. menjawab, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Tidak termuat Aku oleh bumi-Ku dan lelangit-Ku, dan termuat Aku oleh qalb hamba-Ku yang mu’min, yang lemah-lembut, yang tenang-tenteram.’”

Ali bin Abu Thalib k.w. diriwayatkan oleh Imam al-Ghazali, dalam Ihya’ Ulumiddin jilid IV hal. 25, berkata “Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai wadah di bumi-Nya, yaitu qalb. Maka qalb yang paling dikasihi oleh Allah Ta’ala adalah yang paling kuat, yang paling bersih, dan yang paling lembut.”
Kemudian beliau k.w. menafsirkannya dengan mengatakan, “Paling kuatnya qalb itu mengenai Ad-Din (Agama), paling bersihnya itu mengenai keyakinan, dan paling lembut kepada saudara-saudara.”

Orang bertanya kepada Rasulullah s.a.w., “Wahai Rasulullah! Siapakah manusia yang paling baik?” Rasulullah s.a.w. menjawab, “Tiap-tiap mu’min yang qalb-nya ‘makhmum’”. Lalu orang itu bertanya pula, “Apakah qalb yang ‘makhmum’ itu?” Rasulullah s.a.w. menjawab, “Orang yang takwa, hatinya bersih, tak ada padanya penipuan, kedurhakaan, pengkhianatan, kedengkian, dan hasad.”(HR.Ibnu Majah, ia menshahihkan isnad-nya, semuanya dari al-Haitsami dan al¬Mundziri)

Bila kita mampu menggunakan secara optimal ‘aql dan qalbu seperti yang Allah kehendaki, ketiga ‘kitab’ tersebut akan menampakkan Wujud dan Kesempurnaan-Nya kepada kita.

Nah, anak-anakku, marilah kita berjuang untuk dapat mengoptimalkan penggunaan ‘aql, -baik ‘aql-jiwa maupun ‘aql-jasad (atau yang kita sebut akal pikiran)-, serta qalbu kita, sehingga kita mampu menjadi saksi terhadap Allah dengan haq.

Santri-santri : Baik Guru, mohon doa dan bimbingan Guru…

Tanpa mereka sadari malam pun semakin larut, sehingga Sang Guru Bijakbestari pun meminta mereka untuk bubar, istirahat agar di sepertiga malam nanti bisa menegakkan shalat tahajjud.[]

NB:
Terimakasih buat Andrian N dan Tim Mentor Yayasan Islam Paramartha yang telah menyediakan bahan-bahan tulisan…

::Tulisan Terkait::
SATU MOMEN TIGA ‘KITAB’

About these ads

Satu Tanggapan

  1. Ijin Copas ya pak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: